Jumat, 06 April 2012 0 komentar

Merangkai Kata


Kata...
Mari kita merangkai kata
menjadikannya lebih bermakna
tak hanya sebagai hiasan mata
yang sarat makna
hingga terjadi perpecahan antara kita


Yah,,, kata...
begitu indah bila ia benar
terasa jika ditulis dengan hati agar tiada onar
yang disusul pandangan tajam dan nanar
sehingga hanya akan ada anggukan pasti dari sebuah senyum yang terlontar
menandakan ia layak untuk disebar


Yah,,, kata...
rentetan kosa-kata yang terangkai
ditambah konjungsi yang tidak alay
menjadikannya sesuatu yang bernilai



 Jelang Petang, Di PEMA Unsyiah 2 Apri 2012
 Tekarste
0 komentar

Surat Sahabat




Sahabatku..
Bukannya aku tak ingin bersamamu
Bermain, belajar bersama dan jalan-jalan
Menghabiska waktu di pinggir kota
Dalam damainya dunia

Sahabatku..
Bukannya aku tak mau mengajakmu berkelana denganku
Bukan pula aku tidak lagi memperdulikanmu
Beralih dengan teman baru yang membuat kau cemburu

Sahabatku..
Ketahuilah bahwa aku selalu menginginkan kau berada disisiku
membantuku dan juga mereka memperjuangkan cinta-cinta yang telah terbagi
menghabiskan waktu bukan hanya sekedar dipinggir kota, tapi juga disetiap sudutnya
dengan membawa hal-hal yang juga turut membuat kita dewasa

Bukannya aku tak mengajakmu, tidak berdo'a untukmu, tidak menghairaukanmu
walaupun ajakanku membuatmu menganggapku gila dengan semua ini
tapi aku sangat menunggu dan akan selalu meminta dalam do'a
agar kau bisa berada disisiku menggenggam bersama bongkahan tanggungjawab dengan senyum indahmu
menjadikanku semakin bersemangat karena kita telah bersama dengan tujuan baru kita...Semoga, Do'a-do'a itu terkabul. Dan mempertemukan kita di barisan yang sama..Maaf bilaku belum sempurna untuk menjadi sahabatmu..

#belajar
Terinspirsasi saat MK Analisa Struktur, sekitar pukul 10:30 di LT3 A16(2/4/12) 
Tekarste  
Rabu, 29 Februari 2012 0 komentar

ANGKA SEBELAS (Allah meNG_anugrah_KAn SEnyuman BEralas Ke_ikhLAS_an)



Yah, mungkin sejak kemarin sampai hari ini, warga FLP sedang dihebohkan dengan jatuhnya Tema “Angka Sebelas”.  Angka Sebelas… Angka Sebelas.. Angka Sebelas… mulai hinggap dan melekat dikepala kita dan akan berhenti setelah tema tersebut bisa dituangkan dalam bait-bait kata di MS.Word. Tema “Angka Sebelas” ini merupakan hasil syuronya pembesar di FLP yang tidak mungkin bisa diganggu gugat lagi, apalagi hanya untuk meminta ganti ke angka dibawahnya, karena mungkin ada yang punya trauma tersendiri dengan angka sebelas, ataupun sindrom-sindrom akut tentang angka sebelas tersebut.

Sebelas. Tulisan ini bukanlah untuk memuat lagu yang berjudul “Sebelas Januari”, Bukan pula nama sebuah Perguruan Tinggi “Sebelas Maret”, ataupun sebuah surat perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR ). Ini hanyalah tentang Miladnya FLP yang Ke Sebelas.

Sebenarnya dilanda kebingungan juga. Hal apa yang akan dituliskan sesuai dengan tema tersebut, dengan waktu yang terus dikebut hampir Garis mati (Deadline) jam dua belas nanti, tapi saya mencoba terus menggali ide-ide yang ada didalam fikiran yang baru terjaga dari tidur lelap semalam itu, sehingga masih butuh waktu yang cukup panjang sebelum menuliskannya. Hanya berlandaskan Bismillahirrahmanirrahim dan ke PEDE an saja untuk mencoba merealisasikannya.

Sebelas merupakan angka yang terdiri dari dua buah angka (kembar) satu, yang secara fisiknya kita lihat angka satu merupakan sosok sebuah angka yang berpostur sederhana, berdiri tegak dan berbendera kecilnya. Secara tersirat angka (kembar) Satu tersebut, banyak digandrungi karena urutan yang paling terdepan, sehingga pencintraan atas dirinya begitu sempurna. berbeda dengan angka (kembar) satu alias sebelas Sebelas. Yang mempunyai beragam pencintraan terkait momen dan siapa yang mencitrakannya saja.
Namun, bagi saya Angka sebelas ini memiliki makna yang begitu mendalam, yang saya pun baru tersadar saat saya menuliskan tentangnya hari ini. Yah.. mungkin selama ini kita hanya mengenal dari fisiknya saja (Ta’aruf) hanya sebatas itu saja, kita belum memasukinya dari proses pemahaman akan dirinya (Tafahum). Kalau kita hanya berta’aruf saja, maka kita hanya akan sepintas lalu saja bersamanya. Sehingga banyak pelajaran hari ini yang bisa saya petik dari angka sebelas.

Seperti Orang yang lagi kasmaran (red: lagi menuju jenjang pernikahan), jika mereka hanya melalui dari proses Ta’aruf saja mungkin akan bisa-bisa saja. Tapi jika untuk naik ketingkatan Romantisme (red: mengarungi rumah tangga), apakah sekedar mengenal saja itu cukup??? Tentu tidak bukan. Harus melalui masa-masa tafahum agar rumah tangga yang diarunginya dapat bertahan hingga ke syurga (kalau bertahan hingga mati saja, bagi saya itu bukan cinta yang sejati karena mereka bisa pisah juga. Ada yang masuk syurga, ada yang dineraka.. hhe juskid). Untuk lebih jelasnya tanyakan saja kepada kerabat anda yang sudah menikah, karena saya belum menikah makanya tidak ingin melanjutkan tentang ini. baik kita lanjut ke masalah sebelas lagi.


Jadi, begitu indahnya angka Sebelas, dia berdiri dengan angka dari kalangannya sendiri. Dari golongannya sendiri yaitu golongan angka 1. Begitu juga kita manusia, mengapa Allah mengutus nabi dan rasulnya dari setiap golongannya??? Karena dengan orang dari golongannya maka dia itu telah mengenal bagaimana karakteristik dari golongannya tersendiri, sudah paham dengan pola hidup mereka karena berasal dari golongan tersebut. Nah, Allah juga menciptakan Hawa dari Tulang Rusuknya adam, karena adam membutuhkan sosok yang mengerti akan dirinya maka itu Allah menciptakan hawa darinya. Bukan menciptakan Hawa dari golongan malaikat, karena akan berbeda peranan (wallahua’lambisshawab).


Jika urutan bilangan terfavorite dari satu sampai sepuluh, maka saya akan tetap salut dan akan memilih angka sebelas, karena sesekali  kita harus keluar dari zona aman agar kita bisa melihat sesuatu dengan cara yang lebih indah. Satu sampai sepuluh kita ibaratkan “pacaran” (ala anak-anak kurang pemahaman) digandrungi dan diagung-agungkan oleh semua kalangan didunia. Angka sebelas adalah menikah (telah memiliki teman disisinya), diantara begitu banyak orang yang memilih pacaran sebagai pelampiasan kurang perhatian, namun masih ada orang yang tidak mau dengan tatanan pergaulan seperti itu, makanya ia lebih menyegerakan menikah walau usia masih muda. (karena saya belum juga dan bagi yang belum menikah, tetaplah menjaga karena janji Allah gak akan salah apalagi nyasar)

Nah, oleh karena itu sebnarnya tulisan ini juga merupakan tulisan permohonan maaf saya kepada FLP aceh yang telah membesarkan saya (walaupun belum besar, hhe), mengenalkan saya tentang apa pentingnya menulis, diperkenalkan dengan guru-guru yang telah mendampingi kami tanpa kenal peluh dikelas itu (tak menyebutkan karena kelas itu bernomor urut dibawah  sebelas), juga teruntuk keluarga baru yang tercipta dikelas itu walaupun semua telah pada kocar-kacir dengan tanggung jawab yang mereka emban hingga ke kota-kota seberang, Alhamdulillah silaturahim masih tetap terjaga.

Saya menyadari selama ini saya hanya sekedar ta’aruf saja dengan FLP, walaupun sudah cukup banyak peranannya mempengaruhi kehidupan saya, saya akui saya belum memasuki ranah memahami kondisi  FLP, belum berterimakasih dengan sekedar datang bertandang ke Rumcay (Rumah cahaya ), belum pernah berkecimpung di setiap kegiatan FLP, semoga bisa memaklumi dan saya akan belajar untuk tafahum tentang FLP yang kini usianya sudah Sebelas Tahun. Bak kata orang tua “kini kau sudah besar nak”, semakin usiamu bertambah, semakin banyak hal yang akan kau temui dank au lalui.. (berlagak bijak).

Satu kalimat untuk FLP “ANGKA SEBELAS” (Allah meNG_anugrah_KAn SEnyuman BEralas Ke_ikhLAS_an), semoga tetap tersenyum dengan mengepakkan karya-karya terbaik yang bisa merobek dinding peradaban.



Jumat, 20 Januari 2012 0 komentar

kisah Adam, bukan seperti anggapan "Mereka"

Sebelum saya membaca buku yang menjelaskan secara runut dan shahih tentang penciptaan manusia pertama, kita sedikit banyaknya mungkin sudah mempunyai blue print tersendiri yang sudah ditanam oleh orang-orang terdahulu. baik, orang tua, guru ngaji, tetangga, teman dsb, tentang Nabi Adam. Tapi, sayang yang saya dapati dulu hanyalah kata2 yang sumbernya itu saya juga tidak begitu mengetahui dengan jelas. Apakah itu berasal dari Al-qur'an atau pun dari orang2 terdahulu saja. 

saya juga pernah menonton siaran di tv internasional tentang penciptaan adam hingga diturunkannya adam kebumi versi umat kristiani. allah ingin menciptakan makhluk dalam wujud yang berbeda dengan malaikat dan iblis. kemudian allah menciptakan adam. allah dan adam berteman baik,karena adam merasa kesepian, kemudian adam cerita ke allah dan allah menciptakan hawa untuknya. dan allah membiarkannya leluasa disyurga dengan syarat tidak boleh memakan pohon APEL itu.

iblis yang saat adam diciptakan itu sudah sangat benci kepada adam, berusaha sekuat tenaga menghancurkan adam karena telah merebut perhatian allah. iblis mengetahui, kalau adam telah memiliki hawa sebagi pasangannya,dan juga mengetahui kelemahan wanita, lalu ia memanfaatkan hawa untuk untuk menggoda adam agar mau memakan buah apel tersebut. 

pada saat hawa sedang berjalan-jalan ditaman syurga, hawa melihat pohon apel tersebut, yang tak terlalu jauh jaraknya dari tempat ia berdiri. kemudian ia mendengar bisikan yang membawanya hingga kebawah pohon apel tersebut, didapatinya seekor ULAR yang melilit didahan pohon apel tersebut. ternyata dari UlAR itulah sumber suara yang didengarnya.
hawa terkejut, karena ada ular yang bisa berbicara. itu sungguh luar biasa menurut hawa, kemudian terjadilah dialoq antara hawa dan ULAR (yang tidak lain adalah jelmaan iblis).
"siapa kamu??? kenapa kamu bisa berbicara kepada ku??" tanya hawa masih dengan nada kaget 
"aku adalah makhluk ciptaan allah, aku yang menjaga pohon ini, ayoo makanlah buah apel ini, ini buah yang sangat lezat, dan apabila kamu memakannya maka kamu akan kekal disyurga" jelas iblis dengan segala tipuannya 
"apakah itu benar??"tanya hawa penasaran 
"iya itu benar, ayoo makanlah" bujuk iblis hawa pun kemudian memetik buah APEL tersebut dan memakannya serta membawa pulang beberapa buah untuk adam. 

setibanya di tempat adam, ia menceritakan apa yang dialaminya kepada adam, dan adam pun ikut memakannya, sehingga pada saat mereka sedang memakan itu, allah menegur mereka. allah marah besar dengan adam, adam pun sangat menyesal dengan apa yang telah dilakukannya itu. kemudian baju surga yang dikenakan mereka kemudian terlepas dari badannya, mereka kemudian diusir oleh allah dari syurga. 

allah sangat marah kepada adam dan hawa, namun allah sangat mencintai mereka. hingga allah pun dirudung kesedihan yang mendalam atas dosa yang telah diperbuat adam itu. setibanya dibumui adam, akhirnya bertemu kembali dengan hawa dan membentuk peradaban dari keluarganya. lalu, allah memutuskan untuk menebus dosa-dosa adam dengan menurunkan yesus kebumi. dan untuk itu, yesus merelakan dirinya dilontari batu-batu oleh manusia kemudian yang kemudian disalib sebagai penebus dosa umat manusia. 

dan dari kejadian diatas menurup pemahaman "Mereka" orang yang bertanggung jawab atas kesalahan adam itu ialah hawa, karena hawa kita dikeluarkan dari bumi. 

padahal dalam islam, cerita adam itu, begitu indah dan sarat dengan ibrah atau pelajaran untuk generasi penerus adam. dan dikeluarkan adam dari syurga bukan merupakan kesalahan hawa, tapi memang karena adam akan dijadikan sebagai khalifah dimuka bumi. "sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi" (Qs. Al-baqarah:30). 

adam memang dipersiapkan oleh Allah untuk menjadi khalifah dimuka bumi, bukan menjadi khalifah di syurga. soal, adam dan hawa memakan buah khuldi (apel dalam perumpamaan orang yahudi), bukanlah hawa yang mengajaknya, tapi adamlah yang mengajak hawa karena bisikan iblis. 

adam adalah manusia, yang didalam diri setiap manusia mempunyai sifat lupa, yang hatinya bisa berbolak-balik dan keteguhan hati yang dapat melemah. karena itulah, iblis menghimpun seluruh dendamnya untuk menggoda adam, sehingga keteguhan yang ada pada adam melemah. "kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dan berkata, 'Hai adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?'" (Qs. Thaha 120) 

sehingga mereka berdua memakan buah itu, dan itu menjadi dosa setan dan dosa adam. kesalahan setan disebabkan karena kesombongannya dan kesalahan adam yang disebabkan ketamakannya . iblis ingin menghinakan manusia, sementara adam ingin mengekalkan dirinya disyurga. 

jauh sebelum kejadian itu, Allah sudah tahu, bahwa adam dan hawa akan memakan buah larangan itu dan turun kebumi. dan Allah juga tahu, kalau setan sangat benci kepada adam dan hawa. apa yang dialami oleh adam dan hawa disyurga, memang harus mereka jalani untuk membuka kehidupan mereka didunia. semua itu, mendidik adam dan hawa, juga membertahu anak cucu adam bahwa setan adalah makhluk yang mengeluarkan ayah bundanya dari syurga. dan jalan untuk kembali menuju syurga hanya bisa dilalui dengan menaati Allah dan memusuhi syaithan. 

 wallahua'lam bissawab..
Kamis, 19 Januari 2012 0 komentar

Totally Free Cursors | Free Raichu Cursors 

Totally Free Cursors | Free Raichu Cursors
Rabu, 21 Desember 2011 0 komentar

DUHAI UKHTY

Wahai ukhti ???
Ukhty…. Jika aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa malu mendekatimu,apa kau tidak merasa takut terjerat padaku??? *Jika aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa malu dengan genit menggodamu,apa kau tidak merasa risih pada kegenitanku ??? *Jika aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa segan merayumu, apakah kau terbuai oleh bujuk rayuku???
Minggu, 18 Desember 2011 2 komentar

Bukan “Kader “, (kacang lupa pada kuliatnya)



http://www.gambargratis.com/wp-content/uploads/2010/12/kacang.jpg
Goresan pena buat FUAT….
Bukan “Kader “, (kacang lupa pada kuliatnya)
By: Husna Linda Yani / Arsitektur 2008

Siapa sich yang gak tau kacang kulit, apalgi gak suka kacang kulit???. HmmM nyummi,… Makanan ringan, kecil dan imut yang begitu setia menemani saat-saat bergadang buat tugas, ngumpul bareng dengan teman, Apalagi dikalangan mahasiswa teknik.
Aku tidak seperti itu
Walaupun ada sebagian diantara kita yang kena sindrom takut makan kacang kulit takut berjerawat, tapi dalam hatinya ngiler kalau liat orang kok nikmat makan kacang. Ada juga yang memang alergi dengan dengan kacang-kacangan. Tapi gak apalah, yang penting bagi pemikat kacang, makanlah sepuas-puasnya sebelum dicabutnya kenikmatan tuk makan kacang.
Yah, baik.. kita gak akan panjang lebar membahas manfaat sikecil. Tapi kita akan mendeskripsikan sesuatu yang mungkin anda sudah tau atau pun belum tau.. hhha, anggap saja kalian belum tau. Deal???
Okelah.. checkidott
Alkisah… ketika tanaman kacang mulai menunjukkan buahnya didalam tanah, sang biji memohon pada sang induk supaya ia ditemani saat keluar karena jika ia keluar sendiri, maka ia akan kedinginan,takut, dan gelap. Sang induk(batang) yang baik hati mengabulkan permintaan biji. Maka dibuatlah kulit yang membungkus biji agar aman dari tekanan tanah ataupun melindunginya dari serangga yang kerapkali menghancurkan biji kacang tersebut.
Begitu biji keluar, ia mendapati dirinya dalam dekapan yang hangat dan terlindungi. Suasana takut yang dibayangkan ternyata berbanding terbalik dengan yang kenyataan yang ada. Sebuah cangkang yang lebih besar ukurannya dari pada biji telah membungkusnya sedemikian rupa. Inilah yang membuat biji tetap hangat dan terus menjadi biji yang matang tanpa gangguan apapun. Sementara si kulit(cangkang) terus menerus menahan dingin dan tekanan tanah semata-mata untuk melindungi si biji.
Namun, apa balasan dari si biji???... penasaran kan??? Ikutin terus…

Saat panen tiba, petani mulai memetik setiap batang kacang dengan memilah-milah mana kacang yang berbiji dua, mana kacang yang berbiji tiga atau lebih, untuk dijual dengan harga berbeda.
Haa!!!, kini situasi si biji kacang telah berbeda lagi. ia sekarang bukan berada di tanah, melainkan berada di udara bebas yang lebih aman dan tidak menakutkan lagi. semua pemikat kacang kini lebih melirik  pada biji dari pada kulitnya. Tidak ada satu pun yang berpikir bahwa biji kacang yang enak dan besar itunadalah karena peran kulit yang begitu kuat untuk melindunginya.
Sang biji pun “lupa” kepada kulit yang telah membungkusnya sekian lama ketika ia begitu dipuji krena keindahan dan dan kenikmatan yang dirasakan oleh manusia. Tidak hanya itu, ketika kulit mulai dibuka dan dicampakkan begitu saja tak ada ucapan terimakasih yang keluar dari sibiji. Hal serupa juga terjadi disaat biji mulai mengeluarkan tunas-tunas barunya, serta merta sikulit dilupakan bahkan membusuk perlahan-lahan tanpa sepengetahuan si biji yang sedang berkonsentrasi dengan pada pertumbuhan tunasnya yang baru.
Na’uzubillahiminzalik…
Yah, mungkin cerita ini sangat simple, tapi menurut penulis itu merupakan sebuah tamparan keras dan juga instrospeksi diri buat kita.
Pernahkah kita berterimakasih pada FUAT yang sejak awal kita menginjakkan kaki ini di teknik diperkenalkan bahkan disterilkan ruhy kita dari pengaruh pekatnya peradaban di teknik sehingga kita masih tetap istiqamah di jalan ini???
Pernahkah kita menyadari, saat kita berada disuatu kedudukan ataupun wajihah lain yang sangat hebat siapakah yang menjadikan pribadi ini tangguh menghadapi polemik kalau bukan karena kita terlahir dari rahim yang kuat, rahim yang begitu menjaga kita.. FUAT..
Ingatlah kawan, jangan sampai kita menjadi “kader”(kacang lupa pada kulitnya).. walaupun amanah kita diluar seabrek, tapi selagi kita di teknik, ingatlah bah  wa disini (di teknik) ada wajihah yang merindukan kehadiranmu. Tegur sapamu dulu. Candamu dulu. Bahkan tangisanmu saat pedihnya dakwah yang kau lalui.. berterimakasihlah kita berkat FUAT kau dan aku bisa merajut ukhwah…   
 
;