Minggu, 09 Februari 2014 0 komentar

YBS (Yuk Berjilbab Syar'i)

Senang tidak, jika yang kita cintai memilihkan pakaian yangg sesuai untuk kita? mengetahui apa yangg sedang kita inginkan, mengenalkan kita pada apa-apa yang Ia sukai, agar kita lebih familiar dan semakin mencintainya?
Lantas, apakah yang membuatmu tidak menutup auratmu? sedang ALLAH telah memilihkan pakaian yang pantas utk muslimah/wanita islam.
sampai kapan kalian menunggu hidayah datang? sedang ALLAH telah mengantarkan kamu menemukan hidayah. hanya saja kamu terlalu cuek menerima cintaNya.
#YokBerjilbabSyar'i
0 komentar

Mencari Jejak Endatu

#MencariJejakEndatu #Canaimamak

Saat sedang tahlilan di rumah teman, tiga panggilan bertubi-tubi masuk ke Hp. ku riject, dan ia pun akhirnya menelpon ke nomor 1 lagi. Tak ada nama yang tertera. Namun, sepertinya nomor itu tak asing. lantas aku pun menelponnya kembali (Mungkin, no kakak yang telah diganti, ataupun no Abah yang baru).
Sebelum panggilanku tersambung dengannya, masuklah panggilan dari no yang ku hubungi. dengan nada berbisik-bisik aku pun berkata "Sms aja, sedang di tempat teman ada tahlillan."

Dari suaranya, barulah aku kenal, ternyata dia adalah lelaki yang semalam no hpnya dikirmkan Abah kepadaku. dan aku pun menelponnya malam itu. ahh belum tersimmpan rupanya.
"Ketemuan ya di canai mamak" dia pun mengirimkan sms
"Boleh, InsyaAllah. nanti kalau memungkinkan untuk kesana saya kabari lagi" balasku

Usai tahlillan sebenarnya, aku sudah mengurungkan niat untuk bertemu dengannya. temanku pun menyarankan untuk tunda saja ke tempat yang ditentukan itu. "Iya, sudah jam 9. nanti terlambat sekali sampai ke darussalam" ucapku pada temanku. aku pun pamit pulang dengan teman-temanku yang lain.

Didalam perjalanan, aku pun menghubungi dia. sekedar mengabarkan bahwa pertemuannya jangan malam ini. namun dia bersikeras untuk bertemu. dan akhirnya dengan ditemani oleh adik kos yang ku ajak serta tahlilan tadi, aku pun menemui dia di canai mamak.

Dia memintaku untuk memilih tempat terlebih dahulu, karena ia akan terlambat. namun aku memilih menunggu di luar sampai ia datang. dan alhasil dia kebingungan menelponku dan sebuah lambaian tangan yang mengarah kepadaku, menandakan itulah orang yang ku tunggu.

canggung, ya jelas.
tak tahu mau bicara apa untuk sekedar basa-basi. Alhamdulillahnya seorang pramusaji cepat mengantarkan menu ke meja kami. yah, kami berempat dalam meja itu. seorang lelaki paruh baya itu menemani perbincangan kami yang kikuk dan tak tau apa yang harus dibicarakan.

"Ohh ini yang namanya makhyar" tanyaku membuka perbincangan setelah senyam-senyum.
"Iya. kalian mau pesan apa. pesan aja terus" ucapnya
Setelah menulis apa yang dipesan, aku pun bertanya. "Sebenarnya, kita saudaranya gimana sih?" tanyaku penasaran. sebelum pertemuan kami ini, dia pun datang ke rumah untuk bersilaturahim dengan Abah sekeluarga.

"hha" dia pun sedikit tertawa dan bermain mata dengan lelaki paruh baya disebelahnya yang ternyata keturunan sayyid dan mengeluarkan secarik kertas yang telah berisikan coretan silsilah keluarga.
"Ya Ampun, lengkap bener punya nih anak."batinku
"kita bersaudaranya ini, lewat ini dan dari ini" tunjuknya pada nama-nama yang tertera di kertas tersebut. "Coba, kamu kenal gak dengan nama-nama ini?" dia pun semacam mengetes pengetahuanku tentang keluarga.

"ini jelas kenal. Ini kenal, ini kenal. ini, kakak ini punya anak juga yang seumuraan kita di jakarta. kalau yang ini kenal semua" jawabku sepengetahuanku

Bersambung......... (Dia adalah anak abang sepupuku yang baru kali ini untuk pertama x nya kami bertemu. dan artinya dia adalah keponakanku yang usianya sama denganku. Ayahnya aja aku sendiri tak tahu mana orangnya. hhaa.. #TuhaBijeh #Misikamiadalahmencarijeratkakekdannenek #nektunyadia)
 
;